Taktik untuk membaca karakteristik orang yang saya buat sendiri ini mungkin dapat berguna untuk anda-anda yang ingin bisa mengerti perasaan orang lain. Maaf jika bahasa yang saya gunakan kurang bisa anda mengerti. Karena inilah bahasa saya. Baik, berikut adalah cara-caranya :
1. Tatap Matanya
Tatapan mata tidak pernah bisa membohongi perasaan si pemilik mata.
Tetapi bisa saja teori ini tidak berlaku bagi para aktor/aktris atau orang-orang yang memang bisa ber-acting dengan sangat baik. Sorot mata sangatlah berpengaruh pada perasaan seseorang. Bisakah anda membayangkan sorot mata seseorang yang sedang jatuh cinta? Atau orang yang sedang tertimpa musibah? Atau orang yang diselimuti perasaan benci?
Tetapi bisa saja teori ini tidak berlaku bagi para aktor/aktris atau orang-orang yang memang bisa ber-acting dengan sangat baik. Sorot mata sangatlah berpengaruh pada perasaan seseorang. Bisakah anda membayangkan sorot mata seseorang yang sedang jatuh cinta? Atau orang yang sedang tertimpa musibah? Atau orang yang diselimuti perasaan benci?
Jika anda ingin mengetahui isi hati seseorang, lihat sorot matanya, rasakan apa yang sedang ia rasakan, coba rasuki jiwanya secara perlahan (rasuki jiwanya=rasakan perubahan sorot matanya). Dan, apakah anda sudah selesai berimajinasi?. Apakah anda yakin dengan cara ini anda sudah bisa menguasai jiwanya? Kalau belum, coba cara lain.
2. Perhatikan Gerak-geriknya
Nah, kalau gerak tubuh, memang agak sulit membacanya secara detail. Tapi bisa dicoba lah.
Contohnya, andaikan saja kita sedang berbicara dengan orang yang sebenarnya tidak menyukai kita. Maksud saya "tidak menyukai" bukan hanya berarti benci kita, tetapi bisa berarti bosan dengan ocehan kita, ada kepentingan lain, ingin menjauh dari kita, dan sebagainya.
Ketika awal kita membuka pembicaraan, apabila dia menyambut kita dengan ramah, kemungkinan besar dia tidak benci kita, sedang bisa diajak bicara atau mungkin sedang tidak ingin bicara, bosan bahkan badmood (ini baru kemungkinan). Nah, apabila saat kita memulai pembicaraan dia menyambut kita dengan ekspresi wajah biasa saja, atau malah dia tidak memperhatikan kita, tetapi menggagas sapaan kita dengan nada suara yang biasa saja, wah, tentu kalian bisa membayangkan bagaimana suasananya (relatif). Kemungkinan besar, dia sedang tidak ingin diganggu, sedang tidak ingin bicara, atau sedang sibuk dengan pekerjaanya (kalau begini, jika pembicaraan anda tidak penting, lebih baik batalkan pembicaraan anda, dan ganti saja dengan memotivasinya atau memberi kesan singkat positif. Ini akan lebih terkesan anda orang yang perhatian). Apabila dia menyambut kita dengan amarah, ya sudah pasti dia sedang marah, haha. Lebih baik batalkan pembicaraan dengan berkata maaf.
Ingat! Tadi hanyalah kemungkinan-kemungkinan awal. apakah anda sudah mulai mengerti bahasa saya? Apakah anda sudah nyambung dengan apa yang saya bicarakan? Apakah anda sudah mengetahui saya orang tipe seperti apa?(jawab di komentar saja, ya)
Begini, kalau anda sudah yakin dengan kemungkinan-kemungkinan yang positif tadi, lanjutkanlah pembicaraan. Disaat pembicaraan inilah anda harus lebih bisa merasakan perasaan hati si lawan bicara agar anda tidak salah bicara nantinya. Berpikir sebelum mengambil tindakan itu lebih baik, bukan? Sampai sini saja teorinya, lanjutkan dengan praktek. Saya harap saat melakukan pembicaraan anda sudah bisa melanjutkannya dengan baik. Karena KUNCI berbicara dengan baik adalah Mendengarkan+merasakan. KUNCI membaca karakteristik orang lain adalah berani mencoba jadi diri orang lain itu. KUNCI menjadi orang perhatian adalah jangan pernah berpikir apa yang anda lakukan andalah percuma.
"Suatu saat, kita pasti perlu menjadi diri orang lain" - Kiky Mayasari
Untuk kritik dan saran tolong kirim ke email saya(kiky2104@gmail.com)